Japiknews.com – Jakarta Mari bersama hentikan framing keliru mafia beras, penjelasan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam video yang beredarMafia beras getol menyebar narasi palsu, seolah Mentan Amran tak peduli kenaikan harga beras karena membandingkan harga Indonesia dengan Jepang. Faktanya, Mentan tegas menjaga HPP untuk lindungi petani dan HET untuk jaga konsumen. Harga beras di Indonesia sensitif, perubahan sedikit saja bisa picu kegaduhan. Itu sebabnya HPP dan HET harus dipertahankan
Mentan Amran terbukti konsisten bela petani dan konsumen, berani lawan mafia pangan yang curang. Jangan terjebak provokasi!penjelasan Mentan Amran untuk ungkap fakta dan dukung kebijakan pro-petani serta pro-konsumen!
https://studio.youtube.com/video/oautT4N3abI/edit
Sekjen Gerakan Pangan Bergizi mendukung segala upaya yang telah di buat oleh kementerian pertanian,sehingga stock beras di Indonesia bisa meningkat baik melalui program pemanfaatan teknologi modern serta akses sarananpertanian yang semakin baik,dengan kolaborasi dan kordinasi lintas sektor tentunya cita cita presiden dalam mewujudkan asta cita akan semakin mudah terwujud
Perubahan pola pikir masyarakat ke arah pola konsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang, bukanlah hal yang mudah, karena sangat dipengaruhi oleh budaya, selera, dan kebiasaan makan masyarakat. Untuk itu, sosialisasi dan promosi diversifikasi konsumsi pangan secara terus menerus sangat diperlukan
Dalam konteks ini, kontribusi pendidikan baik formal maupun non formal, teladan dari kelompok pemimpin dan pemuka masyarakat, dan promosi di media massa sangat diperlukan.Pengembangan pangan lokal mempunyai peranan yang strategis dalam upaya penganekaragaman konsumsi pangan di daerah, karena bahan baku pangan tersebut tersedia secara spesifik lokasi/daerah ujar Dokter Sulfian selaku Sekjen Gerakan Pangan Bergizi (genpi indonesia)
Laporan : Muhammad Yusuf Syan