SETIAP ORANG BERHAK MENJADI SULTAN DINEGERINYA

JAPIKnews.Makassar – Sosok Amran Sulaiman sebagai salah satu tokoh nasional memiliki visi pembangunan yang spektakuler sebagai solusi atas ketimpangan sosial dan ekonomi yang sementara melanda bangsa ini. Visi ini dikemas dalam sebuah taqline yaitu “ Setiap Orang Berhak menjadi Sultan di Negerinya”. Visi ini tidaklah muluk-muluk dan bukan tidak dapat diwujudkan. Bertitik tolak pada tujuan negara sebagaimana yang tercantum pada alinea ke empat pembukaan Undang-Undang dasar Tahun 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial

RAAS INDONESIA & ANDI AMRAN SULAIMAN

Atas dasar tujuan negara tersebut , maka secara filosofis negara berkewajiban untuk melayani rakyatnya untuk memenuhi segala kebutuhan warganegara dan memberikan ruang-ruang bagi terciptanya kedaulatan perekonomian rakyat sehingga mampu berdiri diatas kaki sendiri, menentukan nasib sendiri dan sejahtera lahir dan batin. Dengan demikian rakyat tidak terjajah oleh system ekonomi barat yang menjadikannya sebagai budak pekerja , melainkan menjadikan rakyat sebagai sultan yang dapat hidup mandiri dan sejahtera. Melalui konsep pembangunan setiap orang berhak menjadi sultan dinegerinya , Amran Sulaiman tetap fokus pada pembangunan ekonomi berbasis pertanian, sebagai ciri dan karakter masyarakat Indonesia sejak berdirinya bangsa Ini. Indonesia adalah negara agraris terbesar didunia yang memiliki lahan pertanian yang sangat luas. Namun sangat disayangkan seiring dengan perkembangan ekonomi dan politik dunia , bangsa ini sepertinya melupakan sejarah dan mulai meninggalkan ekonomi berbasis pertanian dan menggiring rakyat kearah pembangunan industrialisasi.

Dalam visi menjadikan setiap orang berhak untuk menjadi sultan dinegerinya, maka beberapa misi yang akan dilakukan oleh Amran Sulaiman ketika mendapat kepercayaan rakyat sebagai pemimpin bangsa dan penentu arah kebijakan pembangunan nasional yaitu antara lain:

 

  • Setiap keluarga akan difasilitasi oleh negara dengan Hak Guna Usaha atas lahan seluas 20.000 Lahan ini akan dikembangkan untuk usaha pertanian, perkebunan , perikanan dan peternakan
  • Menyiapkan pendamping ahli dari masing-masing bidang usaha dalam sebuah wadah yang disebut sebagai kelompok usaha bersama. Para ahli-ahli ini akan menjadi konsultan perencana, konsultan pengolahan dan konsultan pemasaran atas hasil pertanian, perikanan,perkebunan dan peternakan rakyat
  • Menyediakan dan menjamin ketersediaan pupuk, bibit dan alsintan yang dikelola secara bersama dengan prinsip kegotong royongan
  • Memberi dukungan kebijakan kestabilan harga dan nilai jual hasil pertanian
  • Membangun industri pengolahan hasil bumi rakyat dan pengembangan eksportir
  • Dll

DR.dr.Ampera Merdeka,S.Ked.MH (Dewan Pembina Japik Indonesia) 

Bagi Amran sulaiman tidak ada yang tidak mungkin dapat dibuat untuk mensejahterakan rakyat dan menjadikannya sebagai sultan dinegerinya, sepanjang semua arah kebijakan negara adalah semata untuk kepentingan masyarakat. Masyarakat harus terbebas dari kungkungan oligarki, masyarakat harus berdaulat atas ekonominya dan masyarakat harus sejahtera.(fhianJapik)

RAAS 2024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.