PKM Mangkutana Luwu Timur Gelar Rapat Lintas Sektor

  • Whatsapp

JAPIKnews.com – LUWU TIMUR: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Luwu Timur melalui Puskesmas Mangkutana menggelar Rapat Linta Sektor pencegahan dan penanggulangan penyakit rabies, di Aula Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Kamis (20/02/2020).

PKM Mangkutana Luwu Timur Gelar Rapat Lintas SektorRakor ini diikuti dari lintas sektor yang terdiri dari dokter, perawat IGD, pengelola rabies, pengelola imunisasi dan surveilans serta dari Dinas Peternakan. Selain Kepala Puskesmas Mangkutana, Wa Ode Ferliani, juga hadir Danramil Mangkutana, Kapten Kav. Mujahid, Kapolsek Mangkutana yang diwakili, Kasi Humas Aiptu H. Purwadi, para Kades se Kecamatan Mangkutana.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Luwu Timur Alfrida Lembang menjelaskan, tujuan rapat ini adalah untuk mengkoordinasikan program dari Dinas Kesehatan dengan lintas sektor dalam rangka meminimalisasi warga yang terserang oleh hewan-hewan tersangka rabies.

“Untuk tahun 2014, kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kabupaten Luwu Timur mencapai 407 kasus dengan 1 kasus rabies, tahun 2015 meningkat menjadi 465 kasus GHPR, Tahun 2016 bertambah lagi jadi 467 dan 2 kasus rabies, Tahun 2017 meningkat lagi jadi 525 kasus dan 3 terdeteksi rabies, 2018 naik menjadi 557 Kasus GHPR dan tahun 2019 bertambah menjadi 628 Kasus GHPR dan 1 rabies,” katanya.

Pihaknya, kata Alfrida terus melakukan berbagai upaya dalam menangani kasus tersebut, salah satunya, dengan melakukan edukasi kepada masyarakat bagaimana penularannya dan memberikan vaksin kepada hewan peliharaan.

“Kami selalu memberikan edukasi kepada masyarakat serta menghimbau masyarakat yang memiliki anjing peliharaan agar bisa divaksin dan anjing yang liar harus dimusnahkan,” kata Alfrida

Sementara untuk tahun 2020 ini, bulan Januari – Februari kasus GHPR telah mencapai 43 Kasus dan 1 pasien meninggal dunia

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Luwu Timur, drh. Gusti Made Dewantara mengatakan, rabies merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi manusia.

Dalam melindungi masyarakat dari penyakit ini ungkap Gusti diperlukan koordinasi yang baik antara Dinkes dan Dinas Peternakan.

Olehnya itu, pihaknya mengaku rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan (anjing) masyarakat.

“Kami rutin melakukan vaksinasi anjing, salah satu inovasi kami yakni bekerjasmaa dengan pemburu babi, jadi disetiap ada kegiatan berburu babi maka kami juga turun lakukan vaksinasi karena ini penting untuk mencegah anjing masyaratkat dari virus rabies,” katanya saat menjadi pemateri dalam rapat itu.

(Suhardi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *