Pekerja Honorer, Gratis dan Sukarela Pada Penanganan Wabah Covid-19

  • Whatsapp

Dalam penanggulangan Covid-19, sangat banyak tenaga tenaga kesehatan yang dibayar sangat rendah atau tidak dibayar sama sekali. Mereka sangat banyak melakukan pelayanan di rumah sakit dan jika mereka tidak ada maka pelayanan rumah sakit bisa runtuh atau minimal kemampuan rumah sakit akan jauh menurun.

Sebetulnya kami tidak berkeinginan menyampaikan hal ini dalam waktu yang kelihatannya kurang tepat, tetapi isu yang menggelinding terhadap dokter dan tenaga kesehatan bergulir cepat dan menyentuh isu yang sensitif sehingga ada kesan bahwa sarana kesehatan dan dokter serta tenaga kesehatan diuntungkan dengan adanya wabah Covid-19. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya, bahkan kesakitan dan kematian .Kami juga menyampaikan hal ini sebagai pencerahan bagi masyarakat bahwa banyak mereka yang dibayar sangat minimal dan jauh dari upah minimum propinsi.

Bacaan Lainnya

Rumah sakit di daerah banyak mempekerjakan dokter dan tenaga kesehatan honorer, honor mereka sangat jauh dari upah minimum Propinsi, hal ini sebetulnya isu lama dan sudah berkali kali dibahas di media sosial. Honor mereka kadang hanya menyentuh angka ratusan ribu rupiah perbulan. Selanjutnya tenaga sukarela yang bekerja di RS. Salah satu yang banyak diberhentikan di RS Ogan Ilir lalu adalah tenaga ini. Gaji mereka biasanya diambilkan dari jasa medis dan sering dibayarkan per tiga bulan. Imbalan buat mereka rasanya tidak manusiawi. Tetapi sebagai gambaran imbalan mereka hanya ratusan ribu per tiga bulan. Agar tidak menjadi masalah dalam permohonan mereka saat menjadi tenaga honorer dan sukarela biasanya dilampirkan surat pernyataan tidak menuntut imbalan atau bayaran. Yang mereka harapkan hanya jika ada peluang menjadi pegawai pemerintah, mereka mendapat pemberitahuan pertama sehingga peluangnya lebih besar.
Kami sudah beberapa kali menyampaikan hal ini, dan ada tanggapan masyarakat bahwa yang salah adalah mereka kenapa mereka mau menjadi tenaga honorer dan sukarela. Pernyataan yang menyudutkan tanpa mencari solusi dan jalan keluar.

Yang berikutnya adalah dokter residen spesialis dan Subspesialis. Ini lebih menyedihkan. Mereka melakukan pelayanan penuh sebagai dokter di rumah sakit, tetapi mereka tidak dibayar, walaupun dalam UU Pendidikan Kedokteran mereka berhak mendapatkan insentif. Selama ini imbalan buat mereka hanya ucapan terima kasih dan berharap menjadi spesialis / Subspesialis. Memang ada beberapa pusat pendidikan yang memberikan insentif, tetapi lebih banyak yang tidak, apalagi tidak ada kewajiban karena UU tersebut belum ada aturan turunan pelaksanaannya.

Yang ingin saya sampaikan bahwa pada saat wabah Covid-19 berlangsung ini, risiko mereka sangat besar sementara mereka tidak dibayar dengan layak bahkan tidak dibayar sama sekali. Jika terjadi kesakitan pada mereka bahkan kematian tidak ada proteksi dan perlindungan bagi keluarga mereka. Tidak ada pensiun atau asuransi bagi mereka.

Kita mempunyai masalah yang selama ini kita sembunyikan atau tersembunyi. Sudah saatnya bersama sama kita melihat bahwa masalah kita bukan hanya pada ketersediaan faskes, ketersediaan tenaga kesehatan dan imbalan yang layak bagi mereka seharusnya juga kita perhatikan.

Kepada anggota dewan dan pemerintah yang membuat produk hukum sebagai dasar aturan untuk pembayaran mereka , sewajarnya dan selayaknya memperhatikan hal ini. Masalah ini bukanlah pada institusi pendidikan atau fasilitas kesehatan, tetapi pada aturan hukum, landasan hukum dan produk hukum yang menjadi alasan buat mereka dibayar.

Terlebih dahulu kami memohon jika keprihatinan kami ini diartikan lain oleh banyak pihak. Tetapi menurut kami ditengah hujatan yang banyak dari masyarakat saat ini bahwa tenaga kesehatan mengambil keuntungan dari wabah Covid-19, kami juga berhak menyampaikan kebenaran yang terjadi dibalik layar pelayanan kesehatan.

Patrianef Darwis
Dokter Spesialis-Subspesialis
Dosen Fakultas Kedokteran
Founder Komunitas Kesehatan Nasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *