Pasca Konfrensi PAC Ansor Kamang Baru, Sowan Ke PCNU Sijunjung

Pasca Terbentuknya PAC Ansor Kamang Baru, Sowan Ke PCNU Sijunjung.

Sijunjung, Japiknews.com – Pasca Konfrensi Anak Cabang (PAC)Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kamang Baru sowan ke PCNU Kabupaten Sijunjung yang didampingi langsung ketua PC GP Ansor Kabupaten Sijunjung Zurijal Rahmat SH. Para pemuda NU itu sowan ke Ketua PCNU Sijunjung Buya Pebriyaldi Malin Batuah, SH.I,MH yang juga pengasuh Ponpes Bismillah Pematang Panjang bersama Sekretaris PCNU Sijunjung Buya Fadhlur Rahman Ahsas, S.Pd

Ketua terpilih PAC GP Ansor Kamang Baru Zainuddin meyampaikan, bahwa pasca usainya hajat Konfrensi Anak Cabang Ansor Kamang Baru, dan terbentuknya para pengurus sejogjanya PAC Kamang Baru melaksanakan agenda sowan kepada ulama wabilkhusus ke PCNU Sijunjung demi keberkahan dan kelancaran menjalankan amanah yang diemban saat ini.

Bacaan Lainnya

“Pasca Agenda Konfrensi Anak Cabang Ansor Kamang Baru, memang mengagenda turba pengurus Kecamatan dan sowan kepada para ulama wabilkusus kepada Ayahanda PCNU Sijunjung, demi kemudahan dan kelancaran kami dalam mengemban amanah ini. Yah, kami kesini untuk mendapatkan bimbingan dan doa restu beliau” ujar Zainudin, Rabu (8/03/2022).

Sowan kepada PCNU Sijunjung bertujuan untuk meneguhkan bahwa tugas Ansor dan Banser adalah menjaga para ulama Ansor dan Banser akan menjadi perisai bagi para ulama Aswaja Anahdiyah “Ansor dan Banser adalah perisai bagi para kyai NU,” paparnya.

Senada dengan itu Buya Fadhlur Rahman Ahsas yang dikenal dengan sebutan Gus Lur menegaskan kepada kader GP Ansor Sijunjung umumnya dan khususnya PAC Ansor Kamang Banru untuk selalu perkuat kaderisasi dari setiap tingkatan dan lebih terpenting harus jaga barisan dengan mentasbihkan kepada pimpinan tertinggi yakni Satu Komando.

“Sebagai Ansor-Banser dan menjadi pimpinan harus siap pasang badan untuk menjaga para ulama NU. Lebih baik kita yang terluka, dari pada kyai kita yang terluka. Ansor dan Banser adalah benteng ulama, serta harus perkuat barisan dengan satu komando kepada pimpinan” tegasnya yang juga Dewan Pembina PC GP Ansor Sijunjung

Sementara itu, Ketua PCNU Sijunjung Buya Pebriyaldi Malin Batuah, menambahkan Menjadi anggota Ansor dan Banser adalah pengabdian kepada umat. Ansor dan Banser juga harus siap berkhidmad untuk mejaga dan menjadi benteng para kyai dan ulama. Dua refleksi itu yang harus dimiliki oleh anggota Ansor dan Banser yakni selalu budayakan “Samikna Watokna” kepada ulama NU dan selalu mengawal kebijakannya. Apalagi Ansor Banser harus satu komando bersama Panglima Tertinggi Ketum Yaqut Cholil Qoumas.

“Duo refleksi itu harus kita laksanakan dan implementasikan dalam berorgansisasi. Kita Boleh di caci. Kita boleh di maki. Tapi jangan lelah menebar kebaikan” pesannya mengutip dawuh Gus Yaqut.

Maka menanggapi persoalan hari ini kita tetap jaga barisan, jangan kendor untuk perkuat pengkaderan. Oleh karena itu ingat pesan para muasis NU, Mursid Tarekot NU Guru dan Ulama NU untuk selalu menjadi panutan dan suritauladan ditengah kompleksnya politik dan serangan ideologi luar yang dihadapi hari ini.

“Yah, kita selalu meluruskan niat dan merapatkan barisan untuk kita juga dan organisasi kita. Paling terpenting ingat dan laksnakan pesan para muassis kita, guru kita, ulama kita mursid tarekot kita. Seperti dawuh Ketum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf kepada Ansor Banser. Tak perlu gusar terhadap mereka membully dengan kata kata. Karena mereka sedang babak-bundhas dibully oleh fakta” pungkas mantan ketua IPNU Kota Padang ini.

Setelah melaksanakan diskusi dan mendengarkan nasehat dari PCNU Sijunjung. Ketua PC GP Ansor memberikan Plang Merek Sekretriat PAC GP Ansor Kamang Baru yang disaksikan Ketua MDS Rijalul Ansor Sumatera Barat Kiyai Heru Mustafa sekaligus ditutup dengan doa dan solwatan.

Laporan : Agha Raka

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.