Panas Dalam Nobar dan Bedah Film Jejak Khilafah Di Nusantara

  • Whatsapp
Para Peserta Nobar Film Jejak Khilafah di Nusantara

JapikNews.com-Jeneponto: Jejak Khilafah di Nusantara sebagai film dokumenter tentang sejarah dan kebudayaan islam dimasa kejayaan ummat Islam yang beberapa hari ini viral ditayangkan melalui channel youtube akan tetapi terbanned dan menuai kontroversial dari berbagai kalangan, namun Gerakan Pemuda Islam Kaffah masih bisa melakukan acara nonton bereng dan bedah film di Balla Kopi Turatea, dengan menghadirkan narasumber Ust. Junaedi Baharuddin Pagim sebagai pembedah film Jejak Khilafah di Nusantara, menurutnya, Film Jejak Khilafah di Nusantara ini adalah film yang mengugah kesadaran kita semua untuk masa depan ummat Islam, film Jejak Khilafah ini memberikan gambaran pada ummat tentang penerapan Islam dimasa lalu dengan berbagai capaian yang gemilang untuk memproyeksikan kejayaan Islam dimasa akan datang”  Rabu 26/08/2020

Peserta Nobar dan Bedah Film Jejak Khilafah di Nusantara/Balla Kopi 26/08/2020

Pembedah Film Jejak Khilafah di Nusantara di cecar berbagai pertanyaan oleh peserta nonton bareng yang hadir dalam forum salah satunya dari Galib, Mempertanyakan, Kenapa Film ini mendapat banyak penolakan dan mendapat banyak tanggapan negative dari para ilmuan ilmuan dalam negeri kita, sementara film ini merupakan film yang memutar tentang sejarah kejayaan ummat Islam dibelahan dunia pada masa silam, seharusnya film ini disambut dengan baik oleh ummat Islam karena dalam film ini telah menyampaikan khasanah ilmu sejarah pada generasi generasi yang cuek dengan Ilmu Islam. Pertanyaan inipun dijawab dan dijelaskan oleh narasumber dengan gamblang.

Pandangan umum tentang film Jejak Khilafah di Nusantara ini datang pula dari penggali dan pencinta sejarah Islam Bapak Suhakkir menurutnya, Film Jejak Khilafah di Nusantara ini adalah film yang mengungkap fakta sejarah kebudayaan islam, apakah itu dimanipulasi atau tidak, yang pastinya film ini sangat menarik untuk ditonton bersama karena mengungkap sejarah besar yang tidak kita dapati selama ini.

Sementara film Jejak Khilafah di Nusantara ini mendapat masukan dan saran untuk tim pembuat film yang datangnya dari Hardianto Haris sebagai Ketua Pemuda Islam Kaffah di Jeneponto menurutnya, Film Jejak Khilafah di Nusantara ini masih perlu menampilkan lebih banyak bukti bukti peninggalan sejarah tentang kejayaan Khilafah di Nusantara jika memang Khilafah pernah berjaya di Nusantara harusnya film ini lebih banyak menampilkan ahli ahli sejarah Islam dari luar Negeri sebagai narasumber, selain itu film ini sebaiknya lebih diperpanjang durasinya agar tidak ada kesan dalam film ada potongan potongan fakta sejarah seperti yang dikatakan oleh kelompok kelompok yang menolak dan menilai negative film ini.

Situasi Nobar Film Jejak Khilafah di Nusantara

Para peserta nonton bareng dan bedah film mengharapkan tayangan film Part 2 dan part selanjutnya yang di hadiri oleh Ust Ismail Yusanto (Jubir HTI) walaupun hanya sebatas online atau webinar, agar semakin menambah khasanah pengetahuan para peserta nonton bareng yang akan datang. Hardianto Haris

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *