Kemenkes Manfaatkan 1000 Unit Oksigen Konsentrator Bantuan Tanoto Foundation Untuk Tingkatkan Produksi Oksigen Medis

  • Whatsapp

JAPIKnews.COM – JAKARTA | Tanoto Foundation melalui Program Oksigen Untuk Indonesia kembali menyerahkan bantuan berupa 1000 unit oksigen konsentrator kepada pemerintah Indonesia.

Serah terima bantuan berlangsung di Terminal Kargo, Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (3/8).

Mewakili Tanoto Foundation, President Director PT Riau Andalan Pulp and Papper Sihol Parulian Aritonang menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan tahap pertama dari total 3000 unit oksigen konsentrator yang akan diserahkan kepada pemerintah.

Sisanya yakni sebanyak 2000 unit oksigen konsentrator rencananya akan datang pada tanggal 10 Agustus mendatang.

“Kami juga bekerjasama dengan Temasek Foundation dan 14 mitra organisasi lainnya mendatangkan 11000 oksigen consentrator dimana diantaranya Tanoto Foundation menyumbang 1000 unit.

Kami juga mendatangkan langsung 2000 unit oksigen konsentrator dari Tiongkok, dimana 1000 unit sampe tiba di Jakarta kemarin malam, sisanya kita jadwalkan tiba 10 Agustus 2021 menggunakan pesawat charter,” kata Sihol.

Diungkapkan Sihol, bantuan ini merupakan hasil komunikasi Tanoto Foundation dengan pemerintah, mengenai kebutuhan yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi COVID-19. Hasil dari diskusi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemesanan 3000 unit Oksigen Konsentrator dari Tiongkok.

“Harapan kami dengan bantuan ini kebutuhan oksigen bagi pasien bisa terpenuhi dan kami berdoa semoga pandemi segera berakhir. Tetap sehat dan semangat untuk berbakti kepada negeri,” kata Sihol.

Meninjau dan menerima secara langsung bantuan tersebut, Menkes mengapresiasi Tanoto Foundation yang terus terlibat secara aktif membantu pemerintah dalam upaya penanganan pandemi COVID-19 di Tanah Air.

Sebelumnya, Tanoto Foundation telah menyerahkan bantuan berupa APD lengkap, masker, kacamata medis, sarung tangan dan yang terakhir 500 ton oksigen liquid yang didatangkan langsung dari Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau untuk disalurkan ke rumah sakit-rumah sakit di Jawa dan Bali.

Diungkapkan Menkes, saat ini kebutuhan oksigen terus melonjak seiring tingginya angka kenaikan kasus COVID-19. Sekarang ini, kebutuhan oksigen mencapai 2000 ton/hari, padahal produksinya hanya sekitar 1700 ton/hari. Artinya, masih ada gap yang cukup besar antara kapasitas produksi dan kebutuhan oksigen.

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis, pemerintah memutuskan untuk menggunakan oksigen konsentrator sebagai pabrik oksigen mini. Alat ini lebih mudah digunakan dan hanya membutuhkan aliran listrik.

“Tanoto Foundation sebelumnya juga sempat kirim oksigen cair. Tapi untuk rumah sakit-rumah sakit kecil ataupun IGD yang tidak memiliki jaringan oksigen, mereka pakai tabung. Nah tabung oksigen ini susah logistiknya. Hingga akhirnya keluar ide pakai pabrik oksigen mini,” tutur Menkes.

Menkes memperkirakan dari total 1000 unit oksigen konsentrator mampu memproduksi sekitar 20 ton oksigen/hari. Dengan total kebutuhan oksigen sekitar 2000 ton/hari, pemerintah menargetkan 1000 ton dari oksigen cair sementara 1000 ton lainnya berasal dari pabrik-pabrik oksigen kecil (oksigen konsentrator). Diperkirakan butuh sekitar 50.000 unit oksigen konsentrator.

“Alhamdulillah donasi banyak berdatangan, pemerintah sendiri juga sudah berencana membeli sekitar 20-30 ribu unit dari Tiongkok. Kalau kita punya 50 ribu unit pabrik oksigen mini ini kita bisa produksi oksigen sampai 1000 ton/hari. Kira-kira ada sekitar 30-50 ribu pasien bisa kita selamatkan,” kata Menkes.

Menkes mengemukakan rencananya oksigen konsentrator ini akan segera disalurkan ke rumah sakit-rumah sakit di daerah yang jumlah kasusnya masih tinggi terutama di Yogyakarta, Bali dan Luar Jawa. Ditargerkan proses distribusi rampung minggu ini.

“Barang-barang seperti ini tidak boleh lama-lama disimpen. Saya kasih target kalau bisa minggu ini dikirim semuanya, diluar Jawa sekarang lagi naik tinggi jadi perlu segera diisi, beberapa daerah seperi Yogya dan Bali masih perlu ditambah,” terang Menkes.

Sumber: Kemenkes
Editor: Erank

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *