Kasat Banser Sumbar: Kami Juga Berhak ada di Ranah Minang

Djafrinal Efendi.

PADANG, JAPIKNEWS.COM – Kepala Satuan Koordinator Wilayah Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkorwil Banser) Provinsi Sumatera Barat Djafrinal Efendi tegaskan mendukung penuh apa yang disampaikan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Sumatera Barat terkait pernyataan yang dilontarkan GNPF Ulama Bukittinggi yang menolak kehadiran Banser dan GP Ansor di Sumbar.

“Saya sebagai Kasatkorwil Banser Sumatera Barat mendukung sepenuhnya apa yang disampaikan Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman. Sebagai orang Minang, saya sangat kecewa dengan penolakan tersebut,” tutur Djafrinal Efendi Angku Imbanglangik saat dihubungi via selulernya, Sabtu (5/3/22) pagi.

Bacaan Lainnya

Dikatakan, Djafrinal Efendi memang benar tidak ada kapasitas mereka (GNPF Ulama-Red) untuk menolak keberadaan Banser dan GP Ansor di ranah Minang ini. “Sebagai orang Minang asli, lahir dan besar di sini, bersuku, berkaum, kami berhaknya berada di ranah Minang ini. Organisasi Banser Ansor resmi diakui oleh Negara, lahir jauh sebelum kemerdekaan Negara ini. Tiba-tiba ada saja yang menolak, entah siapa mereka secara organisasi,” tutur Jafrinal.

Dikatakan Jafrinal, dimana-mana dibangun narasi penolakan Banser-Ansor di Minangkabau. Disampaikan Minang tidak butuh Banser-Ansor. Justru kita ini butuh Banser Ansor dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
“Jangan-jangan mereka takut Banser/Ansor besar semakin sempit ruang geraknya mempengaruhi masyarakat agar bersimpati kepada gerakanya. Bagi Banser/Ansor tidak ada kewenangan melarang organisasi/kelompok lain karena itu kewenangan aparat Negara. Anehnya, ada kelompok yang mengatasnamakan bela agama menolak organisasi yang legal, ikut mendirikan negara ini,” kata Jafrinal.

Terkait dengan falsafah Minangkabau, kata Jafrinal, baik Banser dan GP Ansor berlandaskan kepada ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’, sama dengan yang dianut oleh masyarakat Minangkabau.

“Banser juga berlandaskan falsafah Minangkabau itu. Mereka yang menuntut seperti itu mereka sangat-sangat keliru. Tidak paham, hanya membangun narasi ke mana-mana seolah-olah kami ini anti Minangkabau. Kita sama-sama orang Minang,” tegas Jafrinal lagi.

Penolakan kehadiran Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Gerakan Pemuda Ansor oleh sekelompok orang di Bukittinggi yang menggelar aksi demo Jumat (4/3/2022), di Bukittinggi yang mengatasnamakan Aliansi Umat Islam Minangkabau Bukittinggi-Agam. Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Bukittinggi yang menjadi perwakilan dari masa aksi damai menyampaikan menolak kehadiran Banser dan GP Ansor di tengah masyarakat Minangkabau. (Fadhlur/Zaki)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.