FGD Pengembangan Model Pasar Sehat Tradisional Berbasis Etnik Jeneponto, Sulawesi Selatan

  • Whatsapp
Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes.,MSc.,Ph.,PhD (Ketua Tim Peneliti Pasar Tradisional Sehat)
Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes.,MSc.,Ph.,PhD (Ketua Tim Peneliti Pasar Sehat Tradisional )

JapikNews_Jeneponto. Fokus Group Diskusi ini dilakukan secara online melalui aplikasi Zoom Meeting yang diinisiasi oleh Tim Peniliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar yang dimana Ketua Tim Peniliti Oleh Bapak Prof Sukri Palutturi, S.KM., M.Kes., MSc.,Ph.,Phd dan Anggota Peneliti oleh Bapak Dr. Zuardin, S.KM.,M.Kes dan Ibu Arni Rizqiani Rusyid, S.KM., M.Kes. adapun tujuan Webinar ini dilakukan oleh Tim Peniliti untuk meremuskan Model Pasar Sehat Tradisonal Berbasis Etnik Sulawesi Selatan khusunya  di Kabupaten Jeneponto.

Beberapa stekholder yang hadir dalam webinar ini, diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Asosiasi Perhimpunan Pasar Jeneponto,  Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Pelaku Pasar, Akademisi, Tokoh Masyarakat, Direktur JAPIK, Unsur Budayawan dan Forum Kabupaten Sehat Kab Jeneponto.

Menurut Ketua Tim Peneliti Bapak Prof Sukri Palutturi yang sekaligus Ketua Persakmi Wilayah Sulawesi Selatan yang dikonfirmasi melalui Media Group Whatshaap “Untuk mengembangkan indikator pasar sehat tradisional dibutuhkan penyusunan stategi dalam rangka mewujudkan pasar tradisioanal yang sehat, sehat  secara fisik dan sehat sosial berdasarkan budaya dan suku di Sulawesi Selatan, Senin 24/08/2020 

FGD ini menghasilkan berbagai sudut pandang dan masukan untuk Tim Peneliti dalam menyusun konsep Pengembangan Pasar Tradisional Sehat  Berbasis Etnik  di Kabuaten Jeneponto, salah satunya dari Tokoh Masyarakat Maggalatung Dg Pasolong mengatakan, “Untuk mewujudkan pasar sehat tradisional perlu dibentuk Tim Gugus Tugas Pasar Sehat di Jeneponto yang melibatkan OPD yang berkaitan dengan Pasar Sehat, bahwa Tim Gugus Tugas ini akan melaksanakan perannya masing masing sesuai Tupoksi OPD yang bersangkutan, karena selama ini para kepala pasar hanya peduli pada penarikan retribusi pasar saja, sementara disisi lain fasilitas umum dan fasilitas sosial kesehatan diabaikan, sehingga membuat penjual dan pembeli merasa tidak nyaman dengan kondisi pasar yang jorok, busuk dan pastinya tidak sehat.

Sementara sudut pandang dari Akademisi Hardianto Haris,“Pasar itu adalah tempat berkumpulnya semua lapisan masyarakat, tempat terjadinya transaksional, didalam pasar terdapat barang dan jasa, sehingga potensi potensi untuk terjadinya konflik konflik dalam pasar sewaktu waktu dapat terjadi, ini sesuatu yang penting untuk kita pikirkan bersama, dengan adanya konsep pasar sehat tradisional berarti bukan hanya mewujudkan sehat secara fisik yang memenuhi standart kesehatan tetapi mewujudkan persaingan secara sehat dalam pasar, penting juga untuk kita wujudkan bersama, agar rasa aman dalam pasar tetap terjaga bagi semua pengunjung pasar”

FGD ini ditutup dengan salam jempol oleh semua peserta webinar

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *