Empat Isu Strategis Kohati Disepakati dalam Pleno 1 Kohati PB HMI

Korps HMI-Wati Pengurus Besar HMI (Kohati PB HMI) periode 2021-2023 telah selesai melaksanakan rapat Pleno I yang diagendakan pada tanggal 07-10 April 2022 bertempat di New Panjang Jiwo-Bogor dengan tema “Kohati sebagai role model gerakan perempuan yang professional dan modern”. (Ist)

BOGOR, JAPIKNEWS.COM – Korps HMI-Wati Pengurus Besar HMI (Kohati PB HMI) periode 2021-2023 telah selesai melaksanakan sidang Pleno I yang diagendakan pada tanggal 07-10 April 2022 bertempat di New Panjang Jiwo Resort-Bogor dengan tema “Kohati sebagai rolemodel gerakan perempuan yang professional dan modern”.

Kabid Kajian dan Advokasi Kohati PB HMI, Sri Irawati Mukhtar menuturkan sidang pleno I Kohati PB HMI merupakan suatu proses menjaga komitmen yang telah dibangun bersama dan menjadi suatu penguatan dalam evaluasi program kerja selama 1 semester roda kepengurusan.

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan sidang pleno I Kohati PB HMI diikuti oleh fungsionaris Kohati PB HMI dan Korps HMI-Wati badan Koordinasi HMI (Kohati Badko HMI) se-Indonesia.

“Total Kohati Badko HMI berjumlah 20 dan yang dapat berkesempatan hadir sebanyak 16 delegasi Kohati Badko. Kohati Badko Jabodetabeka – Banten, Jawa barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera bagian Selatan, Kalimantan Barat, Kalimatan Selatan-Tengah, Sulawesi Selatan-Barat, Bali-Nusra, Sulawesi Tengah, Jambi, Riau-Kepri, Papua – Papua Barat dan Aceh,” ujarnya kepada media ini, Minggu (10/04/2022).

Menurutnya sidang pleno tersebut sangat penting dilaksanakan dan diikuti karena menjadi bentuk dari evaluasi program kerja satu semester Kohati PB HMI, evaluasi kinerja pengurus satu semester Kohati PB HMI dan merumuskan rencana strategis program kerja satu semester berikutnya.

Harapannya melalui sidang pleno III sidang pleno I Kohati PB HMI mampu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis yang bersifat internal dan eksternal, diataranya Kohati Development Program (KDP) sebagai program turunan Kohati Badko HMI, pilot projects LKK, sekolah pimpinan, renovasi kantor Kohati, membuat juknis one gate system administrasi, membuat e-database, sosialisasi PDK, transparansi laporan keuangan (internal) dan youthpreuner, manajemen isu-isu ke-Indonesia-an dan keperempuanan, audiensi dengan lembaga pemerintah dan organisasi keperempuanan, kelas advokasi, sekolah kebangsaan, sekolah nasional manajemen keuangan Kohati, turun dalam aksi nasional tentang masalah ke-Indonesia- an dan keperempuanan (kekerasan seksual, PRT, pekerja migran Indonesia, stunting), digitalisasi Kohati (eksternal).

“Rekomendasi-rekomendasi tersebut dapat diharapkan mampu menjadikan Kohati sebagai rolemodel gerakan perempuan yang profesional dan modern,” pungkasnya. (Zaki)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.