Dokter dan Tenaga Kesehatan !!!! Garda Terdepan atau Pertahanan Terakhir?

  • Whatsapp

Japiknews.com – Banyak yang beranggapan bahwa dokter dan seluruh tenaga kesehatan berada digarda terdepan menghadapi wabah Covid-19 ini. Mari kita lihat apakah persepsi ini benar atau salah.

Menghadapi wabah ini, sama seperti menghadapi perang. Dalam keadaan perang, Dokter dan Tenaga Kesehatan berada di lini pertahanan terakhir atau benteng terakhir. Mereka menerima korban yang berjatuhan di lini depan dan merawatnya serta mengupayakan kesembuhannya. Banyak atau sedikitnya korban tergantung pertahanan dan kekuatan di lini depan.

Bacaan Lainnya

Sama halnya dengan wabah Covid-19 ini, peranan dokter dan tenaga kesehatan adalah menerima korban yang menderita Covid-19. Mereka menjadi korban akibat kegagalan dari promotif dan preventif kita.

Lini terdepan dalam menghadapi Covid-19 ini adalah kita semua, masyarakat. Di lini terdepan inilah yang sangat menentukan. Di lini depan inilah di sosialisasikan pencegahan agar kita kita tidak terkena serangan Covid-19 dengan cara.
1. Jaga jarak, WHO minimal 1 m. CDC minimal 1,6 m.
2. Sering mencuci tangan.
3. Menghindari keramaian dan kerumunan.
4. Tinggal di rumah.
5. Bekerja dari rumah.
6. Mengenakan masker.
7. Isolasi mandiri jika berkontak.
8. Isolasi di rumah jika sakit ringan.

Jika kita semua sepakat sosialisasi hal tersebut di atas, Insya Allah kasus dan korban Covid-19 yang sampai ke tangan dokter akan jauh berkurang.

Kita di lini pertahanan terakhir ( benteng terakhir) berharap bahwa korban sesedikit mungkin, agar tempat tidur, fasilitas ICU dan Fasilitas Ventilator cukup jika pasien memerlukannya. Kematian yang tinggi biasanya disebabkan karena pasien tidak mendapatkan perawatan yang layak karena terjadi ke tidak seimbangan antara jumlah pasien dan ketersediaan fasilotas kesehatan.

Kita berharap bahwa tidak terjadi peningkatan jumlah pasien, karena dokter dan tenaga kesehatan merupakan orang orang yang rentan terinfeksi dan terkorban Covid-19 karena mereka terpaksa kontak erat dengan penderita dalam rangka menyembuhkan penderita. Sebagaimana kita lihat, jumlah korban sudah cukup banyak.

Marilah kita jaga dan suarakan selalu gerakan social distancing, physical distancing, washing hand dan stay at home ini agar korban tidak bertambah banyak.

Jakarta, 1 Mei 2020

Patrianef Darwis
Dokter Spesialis-Subspesialis
Dosen Fakultas Kedokteean.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *