Dokter dan Nakes diuntungkan Covid-19 !!! Beredar Berita ditengah Pandemi Covid 19

  • Whatsapp

Japiknesw.com – Jakarta – Sesungguhnya justru yang paling banyak terdampak Covid-19 ini selain masyarakat adalah dokter dan tenaga kesehatan. Berbeda dengan masyarakat yang bisa menghindar dari Penderita Covid-19, dokter dan petugas kesehatan justru harus menghadapi dan merawatnya serta terpapar dan kontak dekat dengan pasien.

Akibat dari hal diatas, banyak dokter dan tenaga kesehatan yang sakit bahkan meninggal. Berbeda dengan cerita penderita non kesehatan yang tertular akibat pulang dari luar negeri, dokter dan tenaga kesehatan justru tertular dari pasien yang mereka usahakan untuk sembuh.

Bacaan Lainnya

Selama merawat pasien Covid-19, dokter dan petugas kesehatan tidak tahu menahu masalah uang. Malahan seperti yang saya sampaikan beberapa waktu lalu, banyak tenaga kesehatan itu yang justru tenaga sukarela yang dibayar sangat rendah, tenaga honor yang dibayar rendah dan peserta didik yang justru bukan dibayar tetapi membayar, sementara mereka melakukan pelayanan penuh pada pasien. Jika mereka mereka ini meninggal, tidak ada jaminan, pensiun dan asuransi bagi keluarga yang ditinggalkan. Menyedihkan sekali.

Masyarakat harus bisa dan mampu membedakan antara fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan. Dokter dan tenaga kesehatan justru sebagai pekerja yang bekerja di rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Mereka melayani pasien sesuai dengan Panduan Praktek Klinik yang ditetapkan sesuai dengan Pedoman Praktek Klinik yang ditetapkan oleh organisasi profesi.

Rumah Sakit memang hidup dan dibiayai dari pasien yang dilayaninya. Dokter dan Tenaga Kesehatan dibayar dari pendapatan yang diperoleh oleh RS dari melayani pasien.
Dokter dan Tenaga Kesehatan sama sekali tidak tahu mengenai pembiayaan kesehatan di RS. Mengenai hal itu semuanya diatur dan diurus oleh manajemen RS.

Kami perlu menjelaskan hal ini, agar masyarakat paham bahwa tidak ada dokter dan tenaga kesehatan yang diuntungkan oleh wabah Covid-19 ini. Jika boleh memilih maka banyak diantara kami yang tidak ingin melayani pasien Covid-19 bahkan pasien non Covid-19 sekalipun. Karena pada saat seperti sekarang mustahil menentukan seseorang adalah penderita Covid-19 , karena sebagian besar penderita justru terlihat sehat.

Jika pun dokter dan petugas kesehatan menerima jasa atas pelayanan yang mereka lakukan, maka itu adalah konsekuensi yang wajar atas pekerjaan yang mereka lakukan. Malahan mungkin tidak seimbang dengan risiko kematian yang mereka hadapi. Sampai saat ini kami belum menerima berita bahwa dokter dan petugas kesehatan yang meninggal akibat Covid-19 menerima santunan dan asuransi seperti yang ada di benak banyak orang . Sebagai contoh waktu sebuah BUMN besar berfoto bersama dengan petinggi organisasi profesi dan mengesankan bahwa setiap dokter yang sakit dan meninggal akan menerima santunan. Berita yang seperti ini justru memojokkan tenaga kesehatan.

Sama seperti saat ini, berita bahwa dokter dan tenaga kesehatan menerima dan mendiagnosis pasien non Covid-19 sebagai pasien Covid-19 agar menerima keuntungan perlu kami klarifikasi bahwa :

Yang pertama tidak ada untungnya bagi petugas kesehatan jika mendiagnosis seseorang sebagai Covid -19.
Yang kedua mendiagnosis seseorang harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Kemenkes, dokter tidak bisa menetapkan aturan diluar dari yang ditetapkan Kemenkes.
Yang ketiga pembayaran dan pembiayaan pasien Covid-19 itu diterima oleh Rumah Sakit bukan oleh dokter.

Pesan yang ingin kami sampaikan adalah bahwa justru saat ini, risiko kesakitan dan kematian tenaga kesehatan itu sangat tidak seimbang dengan imbalan yang mereka terima. Berita berita tentang imbalan yang diterima oleh tenaga kesehatan saat ini lebih banyak narasi ketimbang realita.

Berbeda dengan narasi keuntungan bagi Nakes yang merupakan berita kosong, sebaliknya kesakitan dan kematian tenaga kesehatan justru berita nyata dan bertambah setiap hari.

Patrianef Darwis
Dokter Spesialis-Subspesialis
Dosen Fakultas Kedokteran
Founder Komunitas Kesehatan Nasional

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *