Direktur Japik Indonesia Desak Menteri BUMN Kembalikan Kimia Farma Fokus Pada Produksi Obat Untuk Indonesia

  • Whatsapp

Japiknews.com – Jakarta – Prilaku petugas Kimia Farma Labolatorium Pemeriksaan Rapid Antigen di Bandara Kualanamu Internasional Airport yang telah diamankan oleh anggota Dirkrimsus Polda Sumatra Utara yang mendaur ulang alat Rapid Antigen sehingga banyak calon penumpang dinyatakan Positif Covid-19 sebuah perbuatan yang tidak dapat dimaafkan dan harus dihukum berat

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jaringan Peduli Kesehatan Indonesia dr Sulfian Syam disela-sela acara buka puasa bersama pengurus Japik Indonesia.

“Kami menyayangkan dan mengutuk keras kasus penggunaan alat rapid antigen bekas di KNIA yang dilakukan oleh oknum pegawai Kimia Farma,Polisi harus mengusut tuntas kasus ini karena sangat merugikan masyarakat khususnya dalam pelayanan kesehatan

Kedepannya Kimia Farma Fokus saja pada produksi obat untuk kebutuhan masyarakat indonesia,dengan terlalu banyak unit bisnis menjadikan BUMN plat merah ini tidak profesional

Bisnis Klinik kesehatan yang dikelola Kimia Farma juga terindikasi ada beberapa temuan yang tim hukum dan advokasi japik indonesia dapatkan diantaranya ada oknum tenaga medis yang ikut berpraktek masih ada belum memiliki izin praktek ( STR defenitif},tenaga kesehatan lain tidak bekerja secara profesional dikimia farma seperti beberapa tenaga perawat dan bidan hanya dijadikan admin di klinik tersebut.ini harus menjadi perhatian khusus buat petinggi dan komisaris yang ada di BUMN Kimia Farma ini.

Kami mendesak menteri BUMN RI untuk mengembalikan Kimia Farma pada unit bisnis semula didirikan sehingga Kebutuhan Obat bisa terdistribusi sampai dipelosok desa di indonesia ujar direktur japik indonesia.

(Laporan : Muhammad Yusuf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *