Asisten I Bukittinggi: PKD Ansor Lahirkan Pemimpin Masa Depan

PKD Ansor di Bukittinggi.

Bukittinggi, Japiknews.com – Kader Gerakan Pemuda Ansor yang sudah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) harus memberikan kontribusi dalam pembangunan Kota Bukittinggi. Sekecil apa pun kontribusi tersebut, merupakan hal penting dalam berkhidmat di Gerakan Pemuda Ansor.

Penegasan tersebut diungkapkan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Provinsi Sumatera Barat Dr. Rahmat Tuanku Sulaiman pada pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor, di Bukittinggi, Jumat (25/2/2022) malam. Menurut Rahmat, dari namanya Gerakan Pemuda Ansor harus menjadi inspirasi bagi kader yang sudah mengikuti PKD.

Bacaan Lainnya

“Inspirasi karakter gerakan adalah kader Ansor harus melakukan gerakan, berkegiatan. Pengurus Cabang Ansor yang tidak melakukan kegiatan dalam satu tahun, ya dibekukan. Organisasi Ansor bukan untuk nama saja, bukan gagah-gagahan. Pengurus dan kader Ansor hadir untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Rahmat yang juga pengasuh Pesantren Bustanul Yaqin Punggung Kasiak Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman ini.

Dikatakan Rahmat, karakter pemuda harus tampil sebagai pemuda yang enerjik, kreatif, bergerak cepat dan bertindak tepat. Sesuai dengan perkembangan zaman, maka kader Ansor harus mampu menguasai informasi teknologi (IT). Karena mereka yang tidak menguasai informasi teknologi, akan tertinggal dan ditinggalkan.

 

Karakter ketiga, yakni Ansor. Dalam Al-Qur’an Ansor berarti penolong. Karena itu, Ansor juga harus menunjukkan sikap penolong. “Usai PKD, masing-masing peserta diminta membuat rencana tindak lanjut (RTL). Sehingga mampu mengembangkan dan berkegiatan sesuai dengan karakter Ansor,” tutur Rahmat.

Asisten I Pemko Bukittinggi Isra Yonza, SH, MH dalam sambutannya mengatakan, dengan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang selalu didengungkan Ansor, maka Gerakan Pemuda Ansor bisa kawal dan berpartisipasi dalam pembangunan di Kota Bukittinggi. Sehingga kota wisata ini semakin baik ke depannya.

“Bukittinggi dengan jumlah penduduk sekitar 130.000 jiwa dan luas 25 km2, memang memiliki latar belakang yang cukup beragam, baik agama, suku maupun etnis. Kehadiran Ansor dengan PKD ini tentu diharapkan mampu melahirkan pemimpin masa depan. Pemimpin yang mampu mengembangkan agama Islam dengan baik dan santun,” kata Isra Yonza.

Ketua Tanfidziyah PC Nahdlatul Ulama Kota Bukittinggi Edy Mulyono dalam sambutannya menambahkan, pelaksanaan PKD Gerakan Pemuda Ansor semakin menambah semangat menebarkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Waljamaah di Bukittinggi. “Ansor sebagai badan otonomi NU tentu akan sangat membantu membesarkan NU di Bukittinggi,” tutur Edy Mulyono yang juga tokoh pendidik di Kota Bukittinggi ini.

Ketua Panitia PKD Ansor Bukittiinggi Zuwardi menyebutkan, PKD diikuti 75 orang peserta yang berasal dari Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Mentawai, Kota Solok, Kota Padang, Kabupaten Agam. PKD berlangsung sejak Jumat (25/2) hingga Minggu (27/2) dengan instruktur dari nasional dan PW GP Ansor Sumatera Barat. (Fadhlur/Zaki)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.