Amerika Serikat Donasikan Lebih dari 3 juta dosis vaksin Moderna ke Indonesia

  • Whatsapp
Amerika Serikat Donasikan Lebih dari 3 juta dosis vaksin Moderna ke Indonesia

Vaksin Moderna, yang didonasikan oleh Pemerintah Amerika Serikat, akan mendukung percepatan vaksinasi yang sedang berlangsung di tengah gelombang kedua penularan COVID-19

JAPIKnews.com – JAKARTA | Hampir satu setengah tahun sejak pandemi dimulai, penularan COVID-19 di Indonesia tengah mencapai masa puncaknya, Di awal bulan Juli Indonesia telah mencatatkan 2,3 juta kasus dan 63.000 kematian.

Menanggapi situasi ini, Indonesia pun meningkatkan langkah-langkah kesehatan masyarakat dan pada saat bersamaan mempercepat pelaksanaan vaksinasi serta telah menetapkan target imunisasi dua juta orang pada bulan Agustus.

Upaya tersebut menerima dukungan lebih jauh sore ini dengan mendaratnya sebuah pesawat yang mengangkut lebih dari 3 juta dosis vaksin Moderna untuk COVID-19 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, seperti yang di kutip dari laman www.unicef.org

Lebih dari 3 juta dosis vaksin COVID-19 donasi Amerika Serikat tiba di Indonesia melalui COVAXVaksin dikirimkan dan diserahkan oleh COVAX Facility, suatu kemitraan yang dipimpin bersama-sama oleh Gavi, the Vaccine Alliance, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dengan UNICEF sebagai mitra pelaksana.

Lebih dari 3 juta dosis vaksin COVID-19 donasi Amerika Serikat tiba di Indonesia melalui COVAXVaksin Moderna, yang didonasikan oleh Pemerintah Amerika Serikat, disediakan melalui mekanisme COVAX dengan 1,5 juta dosis tambahan akan dikirimkan pada tanggal terpisah.

Pengiriman ini juga merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Amerika Serikat untuk memberikan 80 juta dosis vaksin kepada negara-negara di seluruh dunia dalam rangka turut mewujudkan akses merata terhadap vaksin secara global.

Di Indonesia, vaksinasi COVID-19 dimulai pada Januari 2021 dengan target keseluruhan memberikan vaksin kepada 181,5 juta penduduk menggunakan berbagai produk vaksin yang tersedia. Hingga saat ini, setidaknya 36 juta orang telah menerima dosis pertama mereka dengan hampir 15 juta di antaranya telah divaksinasi lengkap.

Untuk mendukung pemberian vaksin COVID-19 di 34 provinsi, UNICEF bersama para mitra menyediakan bantuan untuk memperkuat sarana rantai pasok dan rantai dingin di Indonesia, melatih tenaga kesehatan dalam memberikan vaksin COVID-19 dan protokolnya, dan bekerja sama dengan masyarakat untuk mengatasi misinformasi dan mendorong keyakinan terhadap vaksin.

Di samping pengiriman vaksin yang terbaru pada hari ini, Indonesia telah menerima 8,3 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui COVAX Facility dengan 3,4 juta dosis tambahan diperkirakan akan tiba pekan depan. Vaksin yang sudah diterima telah digunakan dalam program vaksinasi dan upaya melindungi kelompok-kelompok prioritas di Indonesia.

Dengan menyediakan 20 persen dari total kebutuhan vaksin secara bebas biaya kepada negara-negara peserta, COVAX hendak menurunkan angka kematian, melindungi sistem kesehatan, dan mempertahankan ketersediaan layanan-layanan publik yang esensial.

Namun bagi Indonesia agar target vaksinasi dan gelombang penularan berikutnya dapat dicegah, dibutuhkan lebih banyak lagi dosis vaksin.

Melihat episentrum penularan COVID-19 bergeser ke negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, yang kesulitan mendapatkan akses kepada vaksin, UNICEF pun menyerukan agar negara-negara dengan pasokan vaksin yang cukup mendonasikan persediaannya dan membantu menanggulangi COVID-19 di seluruh dunia.

“UNICEF memuji Amerika Serikat karena memenuhi janji untuk berbagi kelebihan vaksin melalui Fasilitas COVAX dan mendorong negara-negara lain untuk mengikuti contoh Amerika Serikat dengan mendonasikan dosis sekarang,” kata Deputi Representative UNICEF Robert Gass.

“Tanpa akses yang adil ke vaksin COVID-19, ada risiko yang lebih besar dari varian yang lebih mematikan atau lebih menular yang muncul dan menyebar di seluruh dunia. Kami sekarang melihat hal ini di Indonesia, di mana varian Delta baru memicu lonjakan infeksi COVID-19 yang mengkhawatirkan – bahkan di antara anak-anak dan remaja. Pandemi ini tidak akan berakhir sampai semua orang aman.”

Editor: Erank

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *